Archives 2026

MPLS 2026/2027 : Belajar Seru, Bertumbuh Riang, dan Berakhlak Mulia di SD Khadijah

Oleh : Anis Fitria Wijayanti,S.Pd

Lima hari yang luar biasa, 13-17 Juli 2026, SD Khadijah menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi murid untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun kebiasaan baik, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Hari Pertama: Pembukaan yang Hangat dan Penuh Semangat

MPLS resmi dibuka pada Senin, 13 Juli 2026, diawali dengan acara pembukaan, senam sehat ceria, serta Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang menegaskan komitmen SD Khadijah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi setiap murid. Pada hari ini, murid juga diperkenalkan kepada wali kelas masing-masing, diberi wawasan wiyata mandala, dan diajak berkeliling sekolah (tour sekolah) agar lebih mengenal fasilitas yang tersedia. Seluruh murid tampil kompak mengenakan seragam merah putih, sementara para guru hadir dengan baju profesi yang menambah semarak suasana pembukaan.

Hari Kedua: Gerakan Sehat dan Cinta Lingkungan

Selasa, 14 Juli 2026, diisi dengan pengenalan tata tertib sekolah serta rangkaian kegiatan bertema kesehatan dan lingkungan, seperti Gerakan Rukun Sama Teman (GRST), Gerakan Aman Sehat Resik Indah (ASRI), dan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Sehat (G7KAIH), yang ditutup dengan penjelasan cek kesehatan gratis bagi seluruh murid.

Setiap jenjang kelas juga mendapatkan kegiatan khas sesuai usia dan kemampuannya: murid kelas 1 mewarnai gambar bertema lingkungan sehat, kelas 2 praktik memilah sampah, kelas 3 mengenal hidroponik sekaligus praktik pembibitan, kelas 4 mengenal dan memberi label tanaman, kelas 5 menanam tanaman Sansevira, serta kelas 6 mengenal program Adiwiyata dan membuat poster bertema lingkungan. Dari setiap kelas juga dipilih perwakilan sebagai duta Adiwiyata. Hari ini murid mengenakan seragam batik hijau, sedangkan guru mengenakan batik biru.

Hari Ketiga: Membangun Budaya dan Kesepakatan Kelas

Rabu, 15 Juli 2026, difokuskan pada pengenalan budaya sekolah dan pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Bersama wali kelas, murid menyusun kesepakatan kelas yang akan menjadi pedoman bersama selama satu tahun ajaran. Murid kelas 4, 5, dan 6 turut membuat poster anti-bullying sebagai bentuk kampanye menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari perundungan. Pada hari ini, seluruh murid dan guru kompak mengenakan seragam Pramuka.

Hari Keempat: Asesmen dan Persiapan Classroom Educreative Challenge

Kamis, 16 Juli 2026, diisi dengan asesmen diagnostik awal untuk memetakan kemampuan belajar murid di tahun ajaran baru, dilanjutkan dengan kegiatan makan bekal bergizi bersama. Murid juga mulai mempersiapkan diri mengikuti Classroom Educreative Challenge, sebuah lomba kreativitas menata kelas yang dinilai dari empat aspek: kebersihan kelas, tata letak kelas, identitas kelas, hingga pojok baca. Untuk mendukung kegiatan ini, murid diminta membawa alat kebersihan, dua buku bacaan anak-anak, serta bekal makanan sehat. Seragam olahraga dikenakan sepanjang hari ini.

Hari Kelima: Penutupan Meriah dengan Market Day yang penuh barokah

Rangkaian MPLS ditutup pada Jumat, 17 Juli 2026, dengan acara penutupan sekaligus Market Day, di mana setiap kelas berkolaborasi dengan komite sekolah, berkesempatan berjualan aneka kue dan makanan tradisional Indonesia sesuai kategori jenjangnya masing-masing—mulai dari jajanan basah, jajanan kering, aneka bubur, hingga hidangan khas seperti sate ayam dan lontong balap untuk kelas 5 dan 6. Melalui kegiatan ini, murid belajar praktik jual-beli sederhana sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara, karena hasil penjualan disalurkan sebagai sedekah melalui Laziznu Khadijah. Murid juga dibiasakan membawa tas belanja ramah lingkungan yang dapat digunakan berulang kali, sejalan dengan semangat mengurangi penggunaan plastik. Sebagai penutup rangkaian MPLS, seluruh warga sekolah tampil mengenakan baju adat nasional, menghadirkan suasana yang meriah dan penuh kebanggaan terhadap keragaman budaya Indonesia, segenap guru dan murid melepaskan balon ke udara sebagai simbol harapan dan cita-cita setinggi langit.

Melalui rangkaian kegiatan MPLS ini, SD Khadijah Surabaya tidak sekadar memperkenalkan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, kedisiplinan, kreativitas, jiwa kewirausahaan, hingga kecintaan pada budaya bangsa. Semangat ini diharapkan menjadi bekal bagi seluruh murid untuk menjalani tahun ajaran 2026/2027 dengan penuh percaya diri dan antusiasme belajar yang tinggi sesuai visi dan misi SD Khadijah Surabaya.

Ikuti keseruanya di link berikut

Day 1 : https://www.instagram.com/reel/Dau2yRJpFv1/?igsh=MTV2bzJ6ZTh3cXdpZQ==

Day 2 : https://www.instagram.com/reel/DaxwMdTJsi3/?igsh=MWVtZXVyNWVtaGFqdQ==

Day 3 : https://www.instagram.com/reel/Da0J3SmJhb2/?igsh=eGJtazB1aTNwaWph

Day 4 : https://www.instagram.com/reel/Da22HosJVM9/?igsh=OXA4MTlmd3N5bW5t

Day 5 : https://www.instagram.com/reel/Da5O_C3puk6/?igsh=MXdqN2N4eXBheHQwbA==

Mencari Inspirasi ke Malaysia dan Singapura : Edu Quest Internasional SD Khadijah

Edu Quest International Malaysia dan Singapura oleh anak-anak SD Khadijah mengukir sejarah yang indah di awal Tahun 2026. Bentuk kolaborasi antara SD Khadijah, SD Khadijah Wonorejo, dan SD Khadijah Pandigiling berhasil memberangkatkan 18 Murid untuk mencari inspirasi ke Malaysia dan Singapura. Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan luar negeri, melainkan sebuah petualangan edukatif yang membuka wawasan, menumbuhkan keberanian, dan meninggalkan kenangan mendalam di hati setiap peserta. Selain berkesempatan menjelajah dan memahami budaya Malaysia dan Singapura, mereka juga berkesempatan belajar di IIMS (Islamic International School of Malaysia)dan Madrasah Wak Tanjung Al-Islamiyah Singapura.

Hari-Hari Penuh Makna di IIMS Malaysia

Langkah pertama perjalanan kami dimulai di IIMS Malaysia. Sejak tiba, kami merasakan sambutan hangat yang membuat kami merasa diterima sebagai keluarga. Suasana sekolah yang tertata rapi, lingkungan belajar yang kondusif, serta semangat siswa yang tinggi menghadirkan kesan mendalam bagi rombongan kami.

Para siswa kami tampak antusias saat berinteraksi, bertanya, dan saling berbagi pengalaman dengan siswa IIMS. Dari kunjungan ini, kami belajar bahwa pendidikan tidak hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga tentang karakter, kepercayaan diri, dan keberanian bermimpi besar. Momen ini menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus belajar dan mengenal dunia yang lebih luas.

Harmoni Ilmu dan Iman di Madrasah Wak Tanjung Al-Islamiyah, Singapura

Perjalanan berlanjut ke Madrasah Wak Tanjung Islamiyah di Singapura. Kunjungan ini menghadirkan suasana yang begitu menyentuh hati. Kami menyaksikan bagaimana nilai-nilai keislaman tumbuh berdampingan dengan pendidikan modern dalam lingkungan madrasah yang bersih, tertib, dan penuh keteladanan.

Senyum tulus para guru dan siswa, kedisiplinan yang terjaga, serta suasana belajar yang damai memberikan pelajaran berharga tentang arti keseimbangan antara ilmu, iman, dan akhlak. Banyak dari kami yang merasa terharu dan terinspirasi, menyadari bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang membentuk karakter dan hati.

Menyusuri Kota, Menyimpan Pelajaran Hidup

Selain kunjungan edukasi, perjalanan Edu Quest ini juga diisi dengan menjelajah kota-kota di Malaysia dan Singapura. Para siswa belajar langsung dari kehidupan nyata tentang keteraturan, kebersihan, keberagaman budaya, serta pentingnya disiplin dan tanggung jawab sebagai warga dunia.

Setiap sudut kota yang kami lalui menjadi ruang belajar terbuka. Anak-anak tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan bagaimana nilai-nilai positif diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Suara Hati Para Siswa

“I am here to thank the teachers that has created this amazing event and has guided us on an amazing journey in another country. These sorts of events do encourage me to be very interested in adventures like this. Overall, this event is very wholesome and I’m willing to participate in Edu Quest Internasional once again next year.” Oleh Abrisam Octavian Athaallah

Pengalaman saya mengikuti eduquest tingkat SD Khadijah, seru sekali meskipun kadang capek dan bosan diperjalanan tapi tergantikan dengan semua kegiatan disana karena bukan hanya jalan-jalan saja tapi kita lebih banyak pengetahuan dan lebih belajar mandiri. Kegiatan kita visit kesekolah di Malaysia dan Singapore nambah pengetahuan Saya kalau sekolah disana sangat disiplin tapi tetap menyenangkan seperti tidak ada tekanan, rapi, etika dan adab murid disana juga sangat bagus, saya melihatnya pun senang kagum membuat saya ingin berkembang lebih baik dan lebih disiplin. Saya sekarang kelas 6  tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi tapi adik saya beberapa tahun lagi mungkin bisa ikut. Terima kasih banyak pak rochman, pak hadi, pak taufan sudah mendampingi saya, ini pengalaman yang sangat bermanfaat buat saya untuk sekarang dan masa akan datang, mohon maaf jika saya banyak merepotkan. Terima kasih untuk teman-teman yang sangat seru insyaallah tetap terkenang terutama teman sekamar saya Zahira thanks ya big hug. Sekali lagi Terima kasih semuanya . Oleh Talita Husna Ali

here I would like to thank the teachers who have guided me well and patiently I have had a lot of holiday experiences but this is the most exciting because there are friends from school especially there is Talita actually at first we didn’t know each other but because of joining Eduquest we got to know each other and became good friends hopefully we can still be friends even though we are in different schools @Talita Husna Ali Edu Quest 26 and I’m really sorry if I was annoying or yapping a lot while there I’m that kind of person actually here there are a lot of annoying things or annoying people but it’s still fun you know!! hopefully I can join again, and for the teachers thank you very much for everything you do, and for all my friends thank you for joining and making the Eduquest program lively and hopefully we can meet again. that’s all from me and thank you bye byee Oleh Aazza Zahira Hasan

I was curious of the trip if its better or worse because  i have gone to singapore at grade…..2? Because its my first malay trip now i know their own cultures,rules, and their own little snacks! They say the milo in here is better because its more sweet,but i rarely drink it.now its a remnant memory so i can tell my kids to my grandkids!or….. maybe that what my brain said. Oleh Azka Bagus Ilyahadi

 I felt really happy when we just landed and I was surprised when I saw the airport it felt like a whole new place to travel. Although there was too much walking but… it’s okay. And when we arrived at the school’s I saw a lot of young kids from Europe n. America, s. America, Africa, Asia and a lot more. The school is so clean and has a lot of respect I enjoyed very much there. But Malaysia is similar like Indonesia but it’s kind a fun there. But Singapore is like a 5-star country it’s clean, safe, cool. There is a lot of technology there they sometimes use phones or Ipad’s! I enjoyed there too much Welp I think that’s the end of my experience anyways bye! Oleh Ganendra Abimana Irwanto

ikuti keseruanya di link berikut https://www.instagram.com/reel/DT-J0t-k0NH/?igsh=Z3lwZnV0YnEzaGZ4